Ungkapan Kecewa pada Suami yang Kurang Perhatian dan Sibuk Kerja
Ungkapan Kecewa pada Suami yang Kurang Perhatian dan Sibuk Kerja
Source : diedit.comAda yang menjalin hubungan jarak jauh, ada pula yang sebenarnya tak berjarak namun tetap terasa jauh. Ku mohon mengertilah perasaanku, jangan terlalu sibuk!
Tidak jarang kalau kekecewaan itu hanya dapat diungkapkan hanya dengan cara diam tanpa kata.
Suamiku, jangan jadikan kesibukanmu membuat kau melupakan istrimu yang menginginkan perhatianmu.
Jangan terlalu sibuk pada pekerjaanmu. Ketahuilah sayangku, aku tidak bisa terus muda, dan anak-anak hanya punya masa kecil sekali dalam hidup mereka.
Ketika aku diam, aku memiliki petir yang tersembunyi.
Ketika suamiku tak memperdulikanku, aku tidak sendirian karena kesepian selalu bersamaku. Aku berusaha melangkah sendirian tanpa merasa kesepian.
Sebagai seorang istri, aku sangat iri dengan semua wanita yang bekerja sekantor denganmu. Karena setidaknya mereka bisa menghabiskan seharian bekerja bersama pria paling tampan didunia ini.
Ada beberapa perasaan sakit yang tak akan tersembuhkan, hanya bisa coba dilupakan.
Sebanyak apapun uang yang kamu miliki dari bekerja. Tetap saja harta terbesar yang harus kau jaga adalah keluarga.
Saat ini juga aku tak akan bertanya di mana dan bagaimana kamu, daripada aku harus menerima kekecewaan karenamu.
Aku sebenarnya selalu ada disisimu. Sayang kamu tak mengetahuinya. Nampaknya hatimu sudah menjadi buta.
Aku merasa seperti orang idiot. Aku memikirkanmu sepanjang waktu, tetapi aku tahu kamu tidak memikirkanku sama sekali.
Suamiku, sebenarnya aku hanya ingin mengabaikanmu seperti yang kamu lakukan padaku. Namun, aku tak berdaya.
Tidak jarang kalau kekecewaan itu hanya dapat diungkapkan hanya dengan cara diam tanpa kata.
Ada kalanya harapan hanya bertemu dengan kekecewaan. Keinginan kita dipertemukan dengan kedukaan.
Maafkan aku, Pangeranku. Ada saat-saat ketika aku bosan mendengarkan rasa kecewa dan air mataku.
Katakanlah jika istrimu ini sudah tak menarik lagi, jangan kamu diam dan tenggelam asyik dalam duniamu sendiri, seolah aku seperti bukan siapa-siapa kamu.
Rasanya menyedihkan saat aku sudah berusaha semaksimal mungkin untukmu. Tapi semua ternyata belum cukup.
Pergilah dan lakukan semua apa yang kamu inginkan. Jika keberadaanku sudah membuatmu tidak nyaman lagi bagimu.
Suamiku, aku akan tersenyum seolah tidak ada yang salah, berpura-pura semuanya baik-baik saja, bertingkah seolah semuanya sempurna, meskipun di dalamnya sangat tersiksa dan menyakitkan.
Aku ingin mengatakan ‘aku merindukanmu yang dulu’. Tetapi itu tidak akan mengubah apa pun.
Mendung di luar mungkin telah berlalu, tapi mendung dalam hati ini entah kapan akan hilang tersapu.
Hatiku, yang telah hancur berkeping-keping, perlahan berubah menjadi es. Dingin dan beku..
Rasa sakit yang paling mengerikan adalah ketika aku mencoba tersenyum hanya untuk menghentikan air mata agar tidak jatuh.
Komentar
Posting Komentar