4. Kata-Kata Kecewa untuk Suami Menyayat Hati

4. Kata-Kata Kecewa untuk Suami Menyayat Hati

Source : plus.kapanlagi.com

(credit: pixabay)

Dikecewakan oleh suami tentu jadi hal yang sangat menyakitkan. Pasalnya, suami sudah seharusnya jadi sosok yang penuh perhatian dan kasih sayang terhadap istri. Sakitnya dikecewakan oleh suami, bahkan bisa seolah-olah hati tersayat. Berikut kata-kata kecewa untuk suami yang menyayat hati.

38. "Namun, aku melupakan satu hal, bahwa panasnya matahari dapat membakar kulit. Aku melupakan suatu hal, bahwa kau mampu menusuk hati."

39. "Silakan pergi jika kau sudah tidak sanggup bersama, namun lihatlah mata anak yang selalu menantimu di rumah untuk bisa bersama."

40. "Ketika aku menangis melihat sikap acuhmu, bukan karena diri ini terlalu cengeng dan lemah, namun karena hati ini sudah tidak bisa memendam rasa sakit yang kau berikan."

41. "Aku akan menjadi cerminmu. Apa yang kamu perbuat juga akan kuperbuat. Sama halnya jika kamu sudah mengecewakanku, maka aku juga akan begitu."

42. "Sungguh aku hanya ingin kau tahu bahwa menyia-nyiakan seseorang yang benar-benar tulus bukan perbuatan yang menyenangkan."

43. "Tidak perlu berpura-pura menjadi suami yang selalu setia kepada istri, jika di luar rumah saja kau masih sering menatap lembut kepada wanita lain."

44. "Jika kau tidak bisa menjadi suami yang sempurna dengan segala kelebihan, setidaknya jadilah suami yang baik dengan menjaga kepercayaanku."

45. "Biarlah bila memang apa yang telah kamu lakukan itu kamu anggap baik, aku hanya bisa berusaha tidak berburuk sangka padamu."

46. "Sebagai seorang istri, aku tahu alasan kenapa kamu sudah mulai tidak betah diam di rumah, biasanya ada orang lain di sana yang sudah menarik hatimu."

47. "Aku hanya ingin menjadi istri yang terbaik untuk suami, namun sepertinya perjuanganku kini tidak berarti sejak kehadiran wanita lain yang singgah di hidupmu."

48. "Aku sudah melakukan yang terbaik. Jika kau ingin pergi, silakan, karena tidak ada gunanya mempertahankan cinta yang sudah tidak sama."

49. "Bagaimana aku bisa tenang, jika setiap kali kau pulang bukan lagi aku yang kau cari, saat kau terbangun bukan lagi namaku yang kau sebut. Bagaimana aku akan menjadi tenang jika tidak ada lagi cinta untukku di matamu."

50. "Aku tidak mengerti dengan cara berpikirmu yah, diamnya istri itu bukan berarti membiarkanmu berbuat sesuka hati dan menyakitiku."

51. "Aku tidak marah jika kau lebih memilih marah besar kepadaku, tapi tolong jangan tunjukkan padaku bahwa kau juga tidak ingin bersamaku lagi."

52. "Sudah berusaha menjadi yang terbaik, sudah mencoba melakukan yang kau mau, namun tetap saja orang ketiga terlihat lebih menarik dibanding aku."

53. "Lelah hati menunggu, namun kau tak dapat menutup sendu. Kau begitu dalam membuat luka hatiku, membuatku terus terhanyut dalam kesedihan, membuatku terus meratap apa yang seharusnya aku lupakan."

54. "Selingkuh dan berbohong tidak terjadi begitu saja. Itu adalah pilihan yang disengaja, jadi berhentilah bersembunyi di balik kata "kesalahan" saat kamu ketahuan."

55. "Suatu saat semua akan berbalik. Yang menyakiti akan disakiti. Yang mengkhianati akan dikhianati. Yang melukai akan dilukai. Yang meninggalkan akan ditinggalkan."

56. "Aku mungkin beranggapan bahwa aku adalah orang yang sabar. Aku memberi banyak kesempatan kedua. Tapi aku bukan orang suci. Aku memiliki batas kemampuan dan kesabaran."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kata-kata kecewa untuk suami secara halus

Kata-kata kecewa untuk suami

Sindiran untuk Suami yang Suka Bohong